Tradisi Karapan Sapi Brujul di Kota Probolinggo, Tak Tergerus Hiburan Digital

- Sabtu, 27 Mei 2023 | 08:40 WIB
Salah seorang joki tengah memacu dan mengendalikan sapinya  (Foto : bromotoday.id)
Salah seorang joki tengah memacu dan mengendalikan sapinya (Foto : bromotoday.id)

Bromotoday.id – Kerarapan sapi brujul di Kota Probolinggo, sepertinya tak akan tergerus oleh perubahan zaman. Meski sarana hiburan digitalisasi terus menggoda, namun masih ada masyarakat yang suka dengan tradisi turun-temurun tersebut.

Terbukti, Minggu (21/05/2023 kemarin, salah satu kelompok tani Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar kerapan sapi brujul. Tradisi adu kecepatan sapi di lahan berlumpur.

Lokasinya, menempati salah satu lahan pesawahan milik petani, di Jalan Semeru kelurahan setempat. Tak hanya warga, puluhan pedagang keliling juga mendatangi acara hiburan tersebut. Termasuk beberapa tokok politik lokal dan para caleg sebuah partai, turut bergabung.

Mendekati gelaran pemilihan wakil rakyar ini, sepertinya kegiatan kerapan sapi brujul menjadi ajang sosialisasi dan perkenalan diri para tokoh yang mengincar kursi legislatif. Kegiatan balap hewan ternak tersebut, memperebutkan hadiah hiburan, uang pembinaan dan tropi.

Diajang ini, yang dipertontonkan tidak hanya adu kekuatan otot sapi, tetapi nyali seorang joki atau pemandu sapi, dipertaruhkan. Jika sang joki tidak lihai mengendalikan laju kecepatan sapi, bisa membahayakan.

Tak hanya bahaya bagi dirinya, tetapi penonton yang ada di pinggiran lahan dan digaris finis, bisa diseruduk, bahkan bisa diinjak-injak sapi. “Meski bahaya, tapi kami suka. Setap kami mendengar ada acara kerapan sapi, pasti kami nonton,” ucap salah seorang pengunjung.

Prayit, salah satu penggemar karapan sapi brujul mengaku, rela meninggalkan kegiatan kesehariannya yang tidak begitu penting, demi menonton kerapan sapi brujul. Bapak yang tinggal di Desa Kareng Kidul ini berharap, agar kegiatan seperti ini sering diadakan.

 “Saya dari Kareng Kidul, kjira-kira 5 Km dari sini. Ingin melihat acara ini. Seru dan asyik. Cipratan lumpurnya yang bikin asyik. Bisa ngena penontonnya. Penonton yang berlarian itu, yang kami suka. Kalau saya enggak apa-apa kecipratan lumpur. Pokoknya di mana ada kerapan sapi brujul, pasti saya datang,” ungkap Prayit.

Balapan atau karapan sapi brujul tidak seperti kerapan sapi Madura, yang menggunakan sapi terlatih dal lahan atau lapangan kering. Karapan sapi brujul, menggunakan sapi ternak biasa yang dipakai membajak sawah. Sedang lahan atau lapangannya becek berlumpur. Tradisi ini bisanya digelar sehabis panen padi.

Ketua Panitia Karapan Sapi Brujul, Abdul Wahid mengatakan, karapan sapi brujul sudah lama tidak digelar, akibad pandemic Covid-19. Karapan sapi brujul yang digelarnya untuk merayakan ulang tahun pertama tim bajing ireng, salah satu tim kerapan sapi brujul.

 “Karapan sapi brujul ini merupakan ciri khas kota kami. Di daerah lain tidak ada karapan sapi brujul. Hadiahnya, total belasan juta rupiah,” ujar Wahid yang juga ketua Tim Bajing Ireng.

Sebagai informasi, tradisi karapan sapi brujul merupakan budaya lokal Kota Probolinggo, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2019 lalu.

Editor: Agus Salam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X